wiwik koes

Aku terlahir sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara. Ibuku asli Gunungkidul sedangkan ayahku berasal dari daerah lereng Merapi. Aku tinggal di kecamatan pali...

Selengkapnya
SINGLE PARENT DOUBLE FIGHTER

SINGLE PARENT DOUBLE FIGHTER

Single parent? Tak pernah kubayangkan sebelumnya. Tidak dalam waktu dekat ini. Saat dimana anak-anakku sedang tumbuh remaja, belum dewasa. Saat anak-anakku masih sekolah di bangku SLTP dan SLTA, sedangkan aku sendiri dikejar target pekerjaan yang cukup berat bagiku. Harapan yang ada adalah kami bersama sampai akhir mengantar anak-anak hingga mereka mendapatkan kehidupannya dengan sukses. Namun apa mau dikata, takdir berkata lain. Aku harus menerima kenyataan bahwa suamiku tercinta harus mendahului menghadap Illahi karena effusi pleuranya.

Sungguh peristiwa ini sangat mengguncangkan kami. Betapa tidak, hanya dalam waktu kurang lebih 6 bulan setelah diketahui mengalami gangguan di paru-parunya, akhirnya dia berpulang. Waktu itu bulan akhir bulan Maret dia tiba-tiba sesak nafas hingga mengalami gagal nafas, masuk ruang ICU selama 4 hari, kemudian di ruang perawatan 40 hari dengan alat WSD tertanam di tubuhnya di RS Panti Rapih. Awal bulan Mei pulang ke rumah, berangsur membaik. Dia bahkan bisa kembali bekerja. Namun akhir bulan Juli kesehatannya kembali drop. Masuk rumahsakit lagi. Setelah dirawat 3 minggu, direncanakan operasi namun harus pindah ke rumah sakit dr. Sardjito. Namun belum sampai semuanya terlaksana, semuanya harus berhenti. Malaikat telah menjemputnya ketika masih di ruang IGD Sardjito. Allah lebih menyayanginya, Allah telah memanggilnya.

Dan inilah kenyataan yang harus kuterima. Menjadi orangtua tunggal, saat anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Cukup berat rasanya, apalagi anakku perempuan semua. Segala permasalahan yang muncul harus kuselesaikan sendiri. Tak ada lagi tempatku berbagi cerita, tempatku mengadu, tempatku berdiskusi tentang apa saja. Hampa rasanya.

Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai tenang dan kembali melangkah. Harus kutegakkan kepala, demi anak-anakku. Berjuang demi masa depan mereka, berperan sebagai ayah, ibu, sahabat, teman bagi mereka. Amanah yang harus kujalankan, dengan sepenuh hatiku dengan segala keadaanku. Meski berat rasanya, tapi aku yakin bahwa Allah tidak akan menimpakan beban melebihi batas kemampuan umat-Nya. Laa hawla walla kuwata illa billah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Luar biasa.. tetap semangat.. semoga sehat dan sukses selalu bu Wiwik..

06 Dec
Balas

aamiin, makasih supportnya pak Wendhie.

07 Dec

Semangat bund dan sabar. Sukses selalu dan barakallah

05 Dec
Balas

Aamiin...makasih bu

05 Dec

Aamiin, makasih ibu

05 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali